Selasa, 03 Februari 2009

Laptop $10 Mulai Dipamerkan Tanggal 3 Februari


Sebuah prototipe laptop seharga $10 (Rs 500) dengan RAM sebesar 2GB akan diperlihatkan di Tirupati, India pada tanggal 3 Februari saat misi pendidikan nasional melalui teknologi informasi dan komunikasi diluncurkan. 

Proyek laptop $10 pertama kali dimulai di TOI tiga tahun lalu mengikuti proyek laptop $100 yang dimulai Nicholas Negroponte dari MIT yang mencoba untuk menerobos pasar India. Laptop seharga $10 telah selesai dari tahap rancangan berkat usaha dari seorang siswa Vellore Institute of Technology, ilmuwan di Indian Institute of Science, Bangalore untuk menjembatani jurang pemisah antara penduduk berada dan miskin. "Pada tahap ini, harga jualnya berkisar $20, namun dengan produksi massal, biaya produksi akan dapat ditekan," kata sekretaris higher education R P Agrawal. 

Selain mempertanyakan teknologi laptop seharga $100, alasan utama bagi pemerintahan India untuk menolak proyek Negroponte adalah One Laptop Per Child (OLPC) ternyata memiliki biaya tersembunyi dan lain-lain sehingga harga akhirnya mencapai $200. 

Peluncuran inisiatif ini juga akan mendemonstrasikan dari e-classroom, labolatorium virtual dan 'Sakshat' (sebuah portal pendidikan) lebih baik dari saat pertama kali diluncurkan lebih dari dua taun yang lalu. Sumber juga mengatakan bahwa kabinet India telah sepakat dengan empat penerbit — Macmillan, Tata McGraw Hill, Prentice-Hall dan Vikas Publishing — untuk meng-unggah buku cetak ke 'Sakshat' di mana lima persen dari buku-buku yang tersedia akan dapat diakses secara gratis. 

Misi ini berencana mengucurkan dana sebesar Rs 4.612 crore (sekitar $940 juta) dalam rangka mendongkrak tingkat pendidikan di kalangan masyarakat. Misi ini memiliki dua komponen besar. Pertama, menyediakan konten portal 'Sakshat' dan kedua, membangun konektivitas dengan menyediakan peralatan akses untuk institusi dan pelajar. 

Dalam konteks ini, pemerintah akan memberikan Rs 2.5 lakh per institusi untuk koneksi 10 Kbpks dan subsidi 25% dari biaya untuk universitas swasta dan pemerintah. 

Misi ini akan memperluas infrastruktur komputer dan konektivitas hingga lebih dari 18.000 kampus di negara tersebut, termasuk setiap departemen dan hampir 400 universitas dan institusi yang menyangkut kepentingan nasional. Misi ini akan fokus pada prosedur pendidikan e-learning, menyediakan fasilitas dari eksperimen melalui labolatorium virtual, online testing dan sertfikasi, ketersediaan online bagi pengajar dan mentor dan utilisasi dari EduSat dan DTH.

Senin, 02 Februari 2009

85% Pengguna Ponsel Tidak Memaksimalkan Fitur Ponsel


Mengubah konfigurasi sebuah telepon seluler bukan lagi sesuatu yang dapat dilakukan dengan mudah oleh anak kecil. Menurut para peneliti, kerumitan dari ponsel modern membuat banyak para pengguna frustasi dan marah. Beberapa pengguna yang diwawancara di Inggris dan Amerika mengatakan bahwa mengkonfigurasi ponsel baru sama sulitnya dengan memindahkan rekening bank. 

Survei yang dilakukan oleh perusahaan Mformation menemukan bahwa 85% pengguna melaporkan bahwa mereka mengalami kesulitan menggunakan sebuah ponsel baru. 

Dari 4.000 orang yang ditanya, 95% mengatakan bahwa mereka mau saja mencoba lebih banyak layanan ponsel baru jika ponsel mudah dikonfigurasi. 

Juru bicara Matthew Bancroft mengatakan bahwa pengguna biasanya frustasi apabila perlu menelepon operator atau melakukan pencarian online untuk meminta bantuan dalam mengkonfigurasi ponsel mereka. 

"Ada banyak sekali kapabilitas yang ditawarkan ponsel modern, namun sayangnya sebagian besar orang tidak memerlukan kapabilitas tersebut," katanya. 

Brancoft mengatakan pengalaman buruk membuat orang-orang tidak mau mencoba memaksimalkan fitur dari ponsel mereka. "Jika sebuah aplikasi tidak dapat dijalankan satu atau dua kali saja, mereka tidak akan mencoba untuk menggunakannya lagi," katanya. 61% responded mengatakan bahwa mereka akan berhenti menggunakan aplikasi jika mereka tidak dapat langsung menggunakannya. 

Brancoft mengatakan konfigurasi ponsel baru membutuhkan waktu sekitar 15 menit, namun kebanyakan pengguna menghabiskan hingga satu jam hanya untuk membuat ponsel melakukan apa yang mereka inginkan, menambahkan bahwa kebanyakan orang ingin menjelajahi web, membaca e-mail, atau mengirimkan pesan bergambar, namun sulitnya menggunakan fitur-fitur modern telah membuat mereka kehilangan akal. 

Industri ponsel seharusnya membuat standar untuk memandu konfigurasi dasar ponsel dapat membantu mengatasi situasi ini, kata Bancroft. 

Geoff Blaber, director of device, software and platforms di CCS Insight mengatakan bahwa konfigurasi ponsel adalah salah satu masalah yang berusaha dipecahkan para penyedia layanan selular. 

Banyak penyedia layanan selular yang telah melatih karyawan dan membuat help desk di dalam toko untuk membantu pelanggan menggunakan lebih banyak fitur pada ponsel mereka. 

Tampilan layar sentuh seperti iPhone yang menggunakan icon untuk merepresentasikan fitur-fitur ponsel adalah salah satu cara mempermudah pemakaian ponsel, kata Blaber. Beberapa operator jaringan selular juga berusaha meyakinkan semua ponsel yang dijual sudah terkonfigurasi dengan baik sebelum dijual. 

Saat ini "operator berusaha mendapatkan pendapatan tanpa perlu mengandalkan pemakaian suara dan SMS yang terus menurun. Untuk bertransisi, mereka perlu meyakinkan bahwa layanan-layanan ini mudah dikonfigurasi dan dipakai," tambah Blaber.

Gmail Kini Mendukung Pemakaian Offline!


Hingga hari ini, salah satu kekurangan terbesar Gmail adalah Anda tidak dapat membaca/menulis email saat tidak memiliki koneksi internet, fitur yang telah dimiliki Zoho Mail sejak akhir tahun lalu. Hari ini, semuanya berubah. Gmail telah mulai merilis Gmail dengan fitur Google Gears melalui Gmail Labs. Seperti biasa, peluncuran fitur oleh Google dilakukan secara bertahap jadi apabila Anda belum melihat fitur ini di Gmail Labs, Anda harus sabar menunggu, perilisan fitur ini ke semua pengguna diperkirakan akan selesai sebelum akhir minggu ini. 

Setelah menginstal Google Gears untuk browser favorit Anda, Gears akan mampu mendeteksi konektivitas internet Anda. Gears akan menyimpan email Anda secara lokal agar dapat dibaca, melakukan pencarian, memberi star kepada email, bahkan membuka attachment. Tetapi ada juga beberapa fitur yang tidak berfungsi tanpa koneksi internet seperti spellcheck dan walaupun Anda masih dapat membuka attachment, versi saat ini tidak memungkinkan Anda untuk menambahkan attachment (fitur ini akan segera ditambahkan). 

Google Gears merupakan komponen kunci dari strategi aplikasi berbasis web Google. Todd Jackson, product manager Gmail mengatakan kepada TechCrunch bahwa "visi jangka panjang kami adalah menjadikan browser platform ideal untuk mengoperasikan semua tipe aplikasi. Kami berpendapat semua aplikasi terbaik seharusnya dioperasikan di dalam browser. Secara tradisi kemampuan ini masih terkekang oleh ketersediaan koneksi internet." 

Dengan tersedianya Offline Gmail, koneksi internet kini sudah tidak menjadi keterbatasan lagi!